Depok – Harianesia – Urban farming kini menjadi solusi modern untuk bercocok tanam di tengah keterbatasan lahan perkotaan. Melihat potensi ini, Lurah Pondok Jaya, Kecamatan Cipayung, Denny Ferdian, mengajak para remaja di wilayahnya untuk berkreasi dalam pertanian perkotaan berbasis keberlanjutan.
Denny menjelaskan, para remaja diberikan pelatihan untuk mengembangkan kreativitas dalam memanfaatkan barang bekas dan limbah organik sebagai bagian dari upaya bercocok tanam. Salah satunya adalah pembuatan pot dari galon bekas, metode hidroponik, dan vertikultur.
“Remaja Pondok Jaya kami bekali kemampuan untuk mengolah limbah organik menjadi pupuk, membuat pot tanaman dari barang bekas, hingga mempraktikkan teknik hidroponik dan vertikultur. Semua ini mendukung konsep pertanian ramah lingkungan,” jelas Denny kepada berita.depok.go.id, Jumat (27/12/24).
Menurutnya, urban farming sangat cocok diterapkan di Kota Depok, mengingat lahan kosong yang semakin terbatas. Dengan memanfaatkan area kecil di rumah, masyarakat tetap bisa bercocok tanam secara mandiri menggunakan teknik modern seperti hidroponik.
“Selain mendukung ketahanan pangan rumah tangga, urban farming juga menjadi cara efektif untuk menjaga kelestarian lingkungan dengan memanfaatkan barang daur ulang,” tambahnya.
Denny berharap, pelatihan ini tidak hanya menjadi sarana belajar, tetapi juga mampu mendorong para remaja untuk berbagi ilmu dengan warga sekitar dan mengisi waktu luang dengan kegiatan positif.
“Kami ingin para remaja tidak hanya mendapatkan keterampilan, tetapi juga tumbuh menjadi individu yang peduli terhadap ketahanan pangan dan lingkungan,” tutup Denny.
Inisiatif ini menjadi langkah nyata Kelurahan Pondok Jaya dalam memanfaatkan potensi generasi muda untuk menciptakan perubahan yang bermanfaat di masyarakat.
Editor : Roni