Pengin Investasi Kripto Simak Tips Amannya di Sini!

Pengin Investasi Kripto? Simak Tips Amannya di Sini!

Investasi uang kripto kian meningkat. Sehingga, banyak orang membeli uang kripto dengan harapan mendapatkan uang keuntungan.

Tercatat tahun lalu sudah ada 4,2 juta investor kripto terdaftar di Indonesia. Jumlah ini dua kali lipat dari jumlah investor di pasar saham.

Perencana Keuangan Safir Senduk mengatakan bahwa seiring berjalannya waktu, tidak dapat disangkal bahwa aset digital kini telah menjadi salah satu dari tiga instrumen pilihan aset yang umum. Dua lainnya adalah aset fisik, seperti emas dan properta, dan kemudian aset kertas, seperti saham atau obligasi.

Sebelum memutuskan untuk berinvestasi di instrumen aset digital, Safir mengingatkan untuk memastikan terlebih dahulu dana darurat dan asuransi jiwa diri dan keluarga. Jika kedua pos ini aman, kita bisa mulai mencari instrumen keuangan untuk diinvestasikan.

Berikut adalah tiga tips berinvestasi dengan aman di aset kripto.

1. Pelajari, bukan hanya membeli

Safir mengatakan bahwa sebelum menginvestasikan uang dalam cryptocurrency, pastikan kita telah mempelajari secara menyeluruh terkait aset kripto yang kita cari.

Tidak hanya memperlajari koin itu, Safir juga merekomendasikan untuk memahami teknologi yang mewadahi aset kripto. Pahami prospek dan cara kerja teknologi yang mendukung koin itu bekerja.

Hal lain yang sama pentingnya adalah mengetahui berapa banyak koin yang dikeluarkan aset setiap tahun atau totalnya. Kemudian, seberapa besar nilai pasar dan volume perdagangan hariannya.

Menurut Safir, semakin ‘keras’ kita belajar, semakin sedikit risiko yang kita tanggung, karena kita dapat meringankannya sesegera mungkin.

2. Gunakan uang menganggur

Safir melarang keras investasi apa pun, terutama investasi pada instrumen volatilitas tinggi seperti cryptocurrency dengan uang yang bukan termasuk dana menganggur (uang dingin).

Dana menganggur adalah dana lebih yang sudah tidak digunakan selama 1-2 tahun. Jika hanya senggang selama beberapa bulan, Safir menyarankan untuk tidak mengalihkan dana tersebut ke aset digital.

Baca Juga :  Cara Terhindar Pompom Saham, Pemula Harus Tahu!

3. Beli saat murah, jual saat sedang naik daun

Mengetahui kapan harus membeli dan menjual aset digital adalah tips yang perlu diketahui oleh para trader dan investor. Karena itu bisa menjadi cara untuk mengurangi risiko investasi.

Oleh karena itu, market timing adalah salah satu faktor penting untuk memperdagangkan aset kripto. Karena harga aset yang berfluktuasi dengan mudah, sulit bagi pasar untuk memprediksi trennya, terutama untuk pemula.

Market timing mengacu pada kemampuan investor untuk memutuskan kapan harus menjual dan kapan harus membeli aset. Sangat disarankan agar investor pemula membeli aset digital saat harga rendah.

Umumnya, kita bisa memanfaatkan kondisi pasar yang stagnan dan bullish. Di mana, momen aksi take profit membuat harga aset turun dan investor bisa masuk ke pasar.

Strategi pembelian saat harga aset rendah melibatkan analisis grafik, pergerakan harga rata-rata jangka pendek dan jangka panjang. Dan, tren dukungan historis dan pembelian bertahap.