Mengenal 5 Penyakit Kronis Kucing Beserta Gejalanya
Source : freepik

Mengenal 5 Penyakit Kronis Kucing Beserta Gejalanya

Sebagai pemilik, tentu kita ingin kucing peliharaan kita tumbuh dengan sehat dan panjang umur.

Sayangnya, penyakit tertentu bisa menyerang kucing dan membunuh mereka. Gejalanya mungkin sangat kecil sehingga kita bahkan tidak menyadarinya.

Karena itu, sebagai pemilik, kita harus peka terhadap perubahan yang dialami Si Meong. Pasalnya, semakin cepat gejala klinis dikenali, semakin cepat pula dokter hewan bisa mengobatinya.

Inilah lima penyakit kronis beserta gejalanya yang diam-diam bisa membunuh kucing.

1. Ginjal kronis

Ada banyak gejala sakit ginjal pada kucing. Penyakit ini cenderung terjadi seiring bertambahnya usia. Apa saja gejala fisik yang tampak? Berikut ini beberapa gejalanya:

  • Perubahan frekuensi buang air kecil. Gejala yang pertama adalah meningkatnya frekuensi buang air Jika kamu melihat kucing terus bolak-balik kelitter box, waspadai, ya!
  • Gejala selanjutnya, ia sering minum karena selalu merasa haus. Hal ini terjadi karena kucing perlu mengisi ulang cairan yang hilang dari tubuhnya.
  • Penurunan nafsu makan. Penyakit ginjal pada kucing akan mempengaruhi metabolisme tubuhnya. Akibatnya, ginjal sudah tidak berfungsi dengan baik akan berdampak pada penurunan nafsu makan.
  • Masalah pencernaan. Gejala terakhir terlihat pada gangguan pencernaan, seperti diare dan muntah. Kondisi ini terjadi karena adanya perubahan fungsi ginjal dan metabolisme tubuh.
Baca Juga :  Ini Lho 5 Penyebab Umum Daun Tanaman Menguning

2. Hipertiroidisme

Hipertiroidisme adalah penyakit di mana hormon tiroid terlalu banyak diproduksi oleh kelenjar tiroid.

Hal ini terlihat pada kucing paruh baya hingga tua dan dapat menyebabkan tanda klinis yang sangat mirip dengan penyakit ginjal kronis, termasuk:

  • Haus yang berlebihan
  • Peningkatan konsumsi air atau buang air kecil
  • Muntah dan diare
  • Penurunan berat badan

Karena hipertiroidisme dapat meningkatkan metabolisme kucing, ini menyebabkan salah satu tanda yang paling mencolok, yaitu nafsu makan meningkat meskipun penurunan berat badan terus-menerus.

Selain itu, kucing dapat mengalami detak jantung yang berdebar kencang, hipertensi berat, kehilangan darah akut, gejala neurologis bahkan pembekuan darah atau stroke, serta kerusakan organ sekunder.

3. Diabetes

Berikut tanda-tanda kucing mengidap diabetes:

  • Perubahan nafsu makan (meningkat atau menurun)
  • Penurunan berat badan
  • Haus berlebihan / peningkatan konsumsi air
  • Peningkatan buang air kecil
  • Buang air kecil di area selain kotak kotoran
  • Nafas berbau harum yang tidak biasa
  • Kelesuan
  • Dehidrasi
  • Mantel rambut tidak terawat
  • Infeksi saluran kemih
Baca Juga :  Ini Lho 5 Penyebab Umum Daun Tanaman Menguning

4. Penyakit jantung

Kebanyakan kucing tidak menunjukkan gejala penyakit jantung sampai kondisinya memburuk.

Beberapa tanda penyakit jantung yang harus diperhatikan kucing antara lain nafsu makan menurun, berat badan turun, lesu, peningkatan pernapasan, pingsan dan kelumpuhan sementara (biasanya di bagian punggung).

5. Kanker

Karena kucing hidup lebih lama, maka banyak ditemukan kasus kanker. Jenis kanker yang paling umum pada kucing adalah kanker sistem pencernaan, biasanya karena limfosarkoma.

Tanda-tanda klinis kanker meliputi:

  • Penurunan berat badan
  • Tidak makan
  • Muntah
  • Diare
  • Sulit bernafas
  • Distensi perut atau kembung
  • Kelemahan
  • Kelesuan
  • Suka bersembunyi
  • Demam
  • Malaise umum

Jika kucing peliharaan kita mengalami tanda-tanda di atas, sebaiknya segera ditangani. Jika kondisi terlihat parah, tidak ada salahnya kita membawa Si Meong ke dokter hewan.