fbpx
Ketahui Ini Fungsi dan Cara Merawat Bulu Kemaluan

Ketahui Ini Fungsi dan Cara Merawat Bulu Kemaluan

Kebanyakan orang menganggap bulu kemaluan sebagai hal yang mengganggu, tanpa menyadari manfaatnya.

Kebanyakan orang, terutama wanita, merasa tidak nyaman dengan kehadirannya, sehingga mereka memilih untuk mencukur atau mencabutnya.

Padahal sangat penting untuk menjaga kondisi di area pribagi ini untuk menjaga tubuh tetap bersih dan sehat.

Jika kita belum memahami fungsi rambut kemaluan, mungkin akan sulit dimiliki jika tidak menyadari fungsinya.

Fungsi Rambut Kemaluan

Mencegah penyakit genital

Seperti bulu mata dan bulu hidung, fungsi utama rambut yang tumbuh di kemaluan adalah untuk melindungi “benda sakral” kita dari debu, kotoran dan infeksi mikroba.

Folikel rambut kemaluan menghasilkan sejenis minyak yang disebut sebum. Minyak ini mencegah bakteri berkembang biak di area genital.

Berkat rambut kemaluan, kita tidak akan mengalami infeksi saluran kemih, infeksi jamur atau infeksi jamur, penyakit menular seksual dan selulitis.

Baca Juga :  4 Cara Menghilangkan Kantung Mata yang Mengganggu

Meningkatkan gairah seksual

Dikatakan bahwa rambut kemaluan menghasilkan feromon, yaitu zat kimia yang merangsang lawan jenis dan menarik bagi lawan jenis.

Selain itu, rambut kemaluan juga dipercaya dapat menghangatkan organ intim. Bagi sebagian orang, suhu hangat pada organ intim bisa memengaruhi gairah seksual saat berhubungan.

Mengurangi Gesekan

Fungsi rambut kemaluan adalah untuk mengurangi gesekan yang terjadi di organ intim, baik saat berhubungan seksual ataupun aktivitas lainnya.

Rambut pada kemaluan kerap disebut sebagai pelumas kering, sehingga dapat menurunkan risiko iritasi. Sementara itu, berikut ini cara merawat rambut kemaluan yang bisa kita coba:

Cara Merawat Rambut Kemaluan

Pemilihan alat cukur

Alat cukur ada dua jenis yaitu manual dan elektrik. Kami merekomendasikan memilih pencukur manual. Alat cukur manual memiliki desain yang dapat menjangkau area intim untuk hasil pencukuran yang maksimal. Kita juga bisa perlahan-lahan mengontrol gerakan pisau cukur agar tidak melukai area intim yang tidak ditumbuhi.

Jika menggunakan alat cukur elektrik, pilih model yang sesuai dengan bentuk tubuh. Namun, hasilnya mungkin tidak sebaik pencukur manual. Gunakan pisau cukur sekali pakai untuk melindungi ketajaman dan kulit dari infeksi bakteri penyebab folikulitis. Selain itu, jangan gunakan pisau cukur yang telah digunakan oleh orang lain.

Baca Juga :  Teruntuk Ibu Hamil, Ini 6 Cara Efektif Atasi Rasa Mual

Membasuh dengan air

Berendam di air hangat atau mandi di pancuran bisa melembabkan dan melembutkan kulit, membuat rambut kemaluan lebih mudah dicukur. Jika tidak sempat, basuh area genital dengan air hangat sebelum mencukur rambut kemaluan.

Gunakan krim cukur

Sebelum bercukur, oleskan krim cukur khusus dan biarkan selama lima menit. Cara terbaik adalah memilih krim atau gel cukur yang mengandung pelembab untuk mencegah kulit kering.

Penggunaan krim sangat penting agar pisau cukur tidak merusak kulit. Jangan gunakan krim yang mengandung alkohol, karena zat tersebut dapat mengiritasi kulit.

Cara mencukur

Sebelum mencukur rambut kemaluan, potong rambut agar lebih mudah mencukur. Setelah sedikit menipis, tarik kulitnya lalu cukur rambut satu arah (atas ke bawah). Jangan mencukur dari arah berlawanan, seperti bawah ke atas atau samping ke samping. Cukur rambut kemaluan secara perlahan agar kulit tidak terluka.

Perawatan setelah bercukur

Setelah bercukur, bersihkan area kemaluan dan jaga agar tetap kering. Jangan mengoleskan krim, gel, minyak atau apapun ke kulit. Menggunakan produk ini dapat menyumbat folikel atau akar. Hindari juga mandi air panas selama beberapa jam setelah bercukur. Air yang terlalu panas dapat mengiritasi pori-pori, menyebabkan jerawat muncul dan menimbulkan sensasi terbakar di area pribadi.

Baca Juga :  Cara Mengatasi Diare Saat Puasa, Perhatikan Hal Ini