fbpx
Data Pribadi Bocor, Pengguna Aplikasi Ini Wajib Cek Di Sini

Data Pribadi Bocor, Pengguna Aplikasi Ini Wajib Cek Di Sini

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) memeriksa 33 dugaan kebocoran data sejak awal tahun.

Hal tersebut termasuk 3,2 miliar data aplikasi PeduliLindungi yang ditengarai dicuri dan dijual oleh peretas (hacker) Bjorka pekan laludi salah satu web.

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate mengemukakan bahwa jumlah dugaan bocornya data di beberapa aplikasi terus meningkat selama pandemi corona.

Pada tahun 2019 dilaporkan hanya tiga kasus dugaan kebocoran data. Lalu meningkat menjadi 21 kasus pada tahun 2020 dan tahun lalu jumlahnya menurun walau hanya sedikit. Yaitu 20 kasus.

Namun, sepanjang tahun ini laporan mengenai kasus dugaan kebocoran data cenderung meningkat umlahnya, yakni 33 laporan, seperti yang disampaikan Menkominfo pada Rabu 23 November lalu pada saat Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi I DPR RI

Khusus selama bulan November ini saja, Kominfo menangani setidaknya lima kasus dugaan kebocoran data pada beberapa aplikasi yang dua di antaranya merupakan aplikasi pelat merah, yaitu Pedulilindungi dan MyPertamina

Setelah membocorkan dan menjual 3,2 miliar database Peduli Lindungi, yang terbaru pelaku telah membagikan 5 juta data sampel gratis.

Setelah dilakukan filter utk menghapus data yg duplikat, dari 5 juta sampel yg dibagikan oleh pelaku terdapat 3.537.990 data pribadi berupa nama, email dan nomor HP ditambah 1 juta data vaksin.

Karena berisi informasi NIK, data vaksin tidak dimasukkan untuk pemeriksaan.

Untuk memeriksa apakah data pribadi kamu termasuk ke dalam 5 juta sampel yg dibagikan oleh pelaku, silakan periksa melalui link di bawah ini.

CEK DI SINI

Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G Plate menyebutkan bahwa insiden MyPertamina dan PeduliLindungi merupakan dugaan kebocoran data oleh hacker Bjorka.

Kominfo pun telah meminta klarifikasi pada Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) dan wali data.

Ia (Menkominfo) pun menyampaikan bahwa telah menerima laporan tentang Kemenkes yang sudah berkoordinasi dengan PT Telkom untuk menelusuri masalah ini.

Namun, menurut Kemenkes tidak ada kebocoran data yang terjadi, seperti yang dikatakan Juru Bicara Kemenkes Mohammad Syahril pada 21 November lalu.

Kominfo juga menelusuri dan memeriksa sampel data yang beredar di forum jual beli data terkait kasus MyPertamina.