pemulihan otomotif dengan ppnbm 0 persen

pemulihan otomotif dengan ppnbm 0 persen

harianesia.com – Seperti yang kita tahu bahwa pemerintah ingin melakukan kebijakan pemulihan ekonomi. Kapan demi tidak hanya masalah ekonomi saja yang menurun. Masalah kesehatan,  masalah mental, bahkan sosial juga ikut menurun. Pemerintah terus melakukan kebijakan untuk memperbaiki nya. Satu pemulihan yang dilakukan pemerintah adalah diskon ppnbm 0 persen untuk mobil baru. Selain itu ppnbm ini juga akan diperpanjang.

Bagi yang belum mengetahui ppnbm adalah pajak penjualan barang mewah. Barang mewah saat ini merosot tajam karena pandemi. Karena itu untuk melakukan pemulihan pemerintah melakukan kebijakan tersebut.

Pro dan Kontra PPnBM 0 Persen

Diskon PPN BM 0% disambut sebagian orang dengan gembira baik oleh pedagang maupun konsumen. Namun sebagian masyarakat lainnya sangat menyayangkan aturan ini. Mengapa ppnbm yang menjadi pemulihan ekonomi dan menurunkan pajak nya. Padahal banyak sekali kebijakan lain yang dapat membantu memulihkan ekonomi. Sektor-sektor lain oleh pemerintah malah di ambilkan pajaknya.

Padahal pembayaran pajak itu sangat tidak manusiawi. Pemungutan pajak karena ppnbm ini akhirnya pendidikan bahkan sembako dimintai pajak oleh pemerintah.

Alasan pemerintah melakukan kebijakan tersebut

Pemerintah memiliki kebijakan awal memberikan diskon 100% pada bulan Maret sampai Mei 2021. Kemudian secara bertahap pemerintah memberikan diskon 50% untuk bulan Juli sampai Agustus tahun 2021. Akhirnya pemerintah memberikan diskon 25% untuk Oktober sampai Desember 2021. Namun kebijakan tersebut berubah menjadi diskon 100% untuk bulan Maret sampai bulan Agustus 2021. Diskon 50% untuk September sampai Desember 2021.

Pemerintah yang memberikan insentif ppnbm mobil baru secara bertahap akhirnya berubah menjadi rencana dan perpanjangan insentif 100%. Bagi sebagian masyarakat dan pedagang mungkin hal ini menjadi kabar gembira. Bahan ini terjadi karena ketika pemerintah melakukan evaluasi. Dalam 3 bulan sekali pemerintah melakukan evaluasi dan akhirnya memutuskan untuk memperpanjang kebijakan 100% tersebut. Kebijakan yang harusnya berakhir hingga Mei kemarin airnya diperpanjang hingga Agustus nanti.

Kebijakan dulu 25% pemerintah masih belum memutuskan kapan akan menggunakannya. Pengevaluasian ini akan dilakukan tiga bulan mendatang.

Dampak kebijakan tersebut

Pemerintah sudah menyetujui kebijakan tersebut. Menurut pengusaha-pengusaha mobil mengatakan bahwa pemerintah dapat menilai Bagaimana industri otomotif berkembang. Selain itu kementerian juga akan menyiapkan aturan baru terkait kebijakan tersebut. Jika memang dilihat dari penjualan mobil di tahun 2021 terdapat kenaikan dari dealer ke konsumen. Pada bulan Maret terdapat 84.915 unit mobil yang terjual melalui dealer ke sales (Wholesale). Sedangkan dari sales ke konsumen sebanyak 77.515 unit mobil yang terjual.

lebih banyak dari pada bulan Januari sekitar 52.909 dari perusahaan ke dealer dan sebanyak 53.996 unit dari  sales ke konsumen. Selain itu jika dilihat dari total keseluruhan penjualan wholesales sekitar 320.749 unit mobil yang terjual. Sedangkan retail sales sekitar 322.128 unit terjual dari Januari sampai Mei 2021. Artinya mengalami peningkatan yang signifikan akibat dari adanya ppnbm 0% ini.

Ppnbm 0 persen emang membuat sebagian masyarakat gembira. Lebih bagi para pedagang dan konsumen karena adanya perpanjangan. Kami harapkan diskon ppnbm ini menjadi pemulihan otomotif yang memulihkan ekonomi di Indonesia secara signifikan. Dengan adanya kebijakan ini kami juga berharap pemerintah dapat memberikan kebijakan yang lebih tegas bagi para pengusaha kecil lainnya. Tidak hanya melihat potensi dari otomotif saja, sektor ekonomi di bidang lain pun akan berdampak.

Oleh karena itu kita berharap saja semoga pemerintah tidak akan mengambil pajak dari pendidikan maupun sembako yang membuat rakyat kecil menderita.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *